JURUREJO.DESA.ID,-Dalam upaya mengantisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Islam Sunan Ampel (UNISA) Surabaya menggelar aksi nyata di tengah masyarakat. Berkolaborasi dengan tenaga kesehatan dan kader posyandu setempat, mereka mengadakan kegiatan pendampingan pengawasan bebas jentik-jentik pada Jumat (26/6/2026).
Kegiatan yang berfokus pada kesehatan lingkungan ini dilaksanakan di Posyandu Semesta Kunyit Putih, Padas Barat, RT 001 / RW 009, Dusun Padas, Desa Jururejo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Rumah Ketua RT setempat, Bapak Budi Sulistyono, dipilih menjadi pusat berkumpulnya warga dan koordinasi gerakan tersebut.
Sinergi Mahasiswa, Bidan Desa, dan Kader Posyandu
Aksi preventif ini tidak hanya melibatkan mahasiswa KKN UNISA, tetapi juga mendapat pendampingan langsung dari Ibu Bidan Desa Jururejo serta Ibu-ibu kader Posyandu Semesta Kunyit Putih Padas Barat.
Sinergi ini diwujudkan melalui beberapa rangkaian kegiatan, antara lain:
Edukasi 3M Plus: Memberikan pemahaman kembali kepada warga mengenai pentingnya Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas, plus menghindari gigitan nyamuk.
Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB): Kader posyandu bersama mahasiswa melakukan pengecekan langsung ke bak mandi, tempat penampungan air, serta dispenser milik warga di lingkungan RT 001.
Pembagian Abate: Menaburkan bubuk larvasida di tempat penampungan air yang sulit dikuras guna memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti.
"Kehadiran adik-adik mahasiswa KKN UNISA sangat membantu kami dalam menggerakkan kesadaran warga. Pengawasan jentik ini penting dilakukan secara berkala agar lingkungan Padas Barat benar-benar bebas dari ancaman DBD," ujar salah satu kader Posyandu Semesta Kunyit Putih di sela-sela kegiatan.
Komitmen Pemberdayaan Masyarakat
Bapak RT Budi Sulistyono menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif dari para mahasiswa. Menurutnya, kegiatan turun langsung ke lapangan seperti ini memberikan dampak psikologis yang positif bagi warga agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan rumah masing-masing.
Melalui program pendampingan ini, mahasiswa KKN UINSA Surabaya berharap angka bebas jentik (ABJ) di Dusun Padas, khususnya Desa Jururejo, dapat meningkat secara signifikan. Langkah kecil ini diharapkan mampu melahirkan kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat bahkan setelah masa KKN berakhir.