Jururejo.desa.id, Ngawi – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 36 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya tahun 2026 terus menghadirkan inovasi lingkungan di Desa Jururejo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Salah satu program yang dilaksanakan adalah proses pembuatan eco brick sebagai upaya mengurangi permasalahan sampah plastik sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan limbah yang memiliki nilai manfaat.
Kegiatan pembuatan eco brick tersebut dilaksanakan pada Kamis, 16 Juli 2026, dengan digawangi oleh Muhammad Ais Firdaus selaku Koordinator Desa KKN 36 UINSA 2026 bersama rekan-rekan mahasiswa. Program ini merupakan bentuk kerja sama antara mahasiswa KKN dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ngawi, melalui pendampingan dari Bapak Suwandi dalam memberikan pemahaman terkait pengelolaan sampah ramah lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa bersama masyarakat belajar mengolah sampah plastik yang selama ini menjadi salah satu persoalan lingkungan. Sampah plastik yang sulit terurai tidak langsung dibuang, namun dimanfaatkan kembali menjadi bahan eco brick yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan kreatif dan produktif.
Eco brick merupakan metode pemanfaatan botol plastik bekas yang diisi padat dengan potongan sampah plastik non-organik sehingga menjadi sebuah “bata ramah lingkungan”. Konsep ini menjadi salah satu cara menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R) dengan mengubah limbah plastik menjadi barang yang memiliki nilai guna.
Bapak Suwandi dari DLH Kabupaten Ngawi menjelaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari kesadaran masyarakat, terutama dalam memilah sampah sejak dari rumah. Melalui eco brick, sampah plastik yang sulit terurai dapat dikendalikan dan dimanfaatkan menjadi produk yang lebih bermanfaat bagi lingkungan.
Teknik pembuatan eco brick cukup sederhana. Tahap pertama yaitu menyiapkan botol plastik bekas yang bersih dan kering. Selanjutnya sampah plastik dipilah, dicuci apabila diperlukan, kemudian dipotong kecil-kecil dan dimasukkan ke dalam botol menggunakan alat bantu seperti tongkat hingga padat dan memenuhi botol.
Setelah botol terisi penuh dan padat, tutup botol dipasang kembali sehingga menghasilkan bentuk yang kokoh. Kumpulan eco brick tersebut nantinya dapat dirangkai menjadi berbagai bentuk seperti kursi, meja, taman kreatif, hiasan lingkungan, maupun media edukasi pengelolaan sampah.
Menurut mahasiswa KKN 36 UINSA, kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghasilkan produk eco brick, tetapi juga membangun kesadaran warga bahwa sampah plastik memiliki potensi untuk dikelola. Dengan keterlibatan masyarakat, diharapkan budaya memilah dan mengolah sampah dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Muhammad Ais Firdaus bersama tim KKN 36 UINSA berharap program eco brick dapat menjadi salah satu inovasi lingkungan di Desa Jururejo. Selain mengurangi volume sampah plastik, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN 36 UINSA, Pemerintah Desa Jururejo, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ngawi, program ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, kreatif, dan berkelanjutan.